March 4, 2010

REVIEW: SHUTTER ISLAND



























"Some Places Never Let You Go"

Sebuah karya terbaru dari sutradara Martin Scorsese yang pernah sukses memboyong Oscar dalam film The Departed (2006). Ini juga adalah hasil kolaborasi keempat antara Martin Scorsese dengan aktor kesayangannya sekarang ini (setelah Robert DeNiro), Leonardo DiCaprio. Sebelumnya Leo memang sudah beberapa kali bermain dalam film arahan Scorsese, sebut saja The Aviator, Gangs of New York, dan juga The Departed. Ketiga film tersebut terbilang sukses, begitu juga dengan Shutter Island yang sudah dua minggu berturut-turut berada di puncak tangga box office.

Shutter Island sendiri diadaptasi dari novel karya Dennis Lehane yang pernah menulis Mystic River dan Gone Baby, Gone. Novel-novel karya Dennis memang biasanya cenderung dark dan twisted, sama halnya dengan Shutter Island kali ini. Dan sutradara selevel Martin Scorsese menurut saya berhasil mengadaptasi dengan baik, meskipun saya sendiri belum membaca novelnya. Film ini terasa classic, dark, dan twisting. It will twist your mind from the beginning until the end. Mungkin alurnya akan terasa lambat di awal film, namun apabila anda sabar menunggu sampai akhir film anda pasti akan bergumam 'ohh begituuu..'

Bersetting tahun 1954, film ini menceritakan seorang anggota federal U.S Marshall bernama Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio) dan partner kerja barunya Chuck Aule (Mark Ruffalo) yang sedang ditugaskan untuk berkunjung ke sebuah pulau terpencil guna menyelidiki tentang misteri hilangnya seorang pasien dari rumah sakit jiwa Ashecliffe. Sebenarnya Teddy memiliki maksud pribadi yang mengharuskannya menyelidiki rumah sakit jiwa tersebut, namun belum jelas dengan yang ingin dicarinya disana, ia dan partnernya malah merasa ada yang tidak beres dengan kepala rumah sakit jiwa, Dr.Cawley (Ben Kingsley), yang terkesan menutup-nutupi sesuatu. Teddy berusaha keras mencari bukti-bukti yang ada disana, namun selalu ditutupi oleh pihak rumah sakit. Sampai tiba-tiba Teddy selalu mendapatkan halusinasi dan mimpi aneh setiap hari sehingga ia mulai meragukan mana yang nyata dan mana yang halusinasi. Sebenarnya apa yang terjadi disana? Apakah Teddy tidak akan bisa keluar dari pulau tersebut?

Saran saya, kalau anda tidak suka dengan film-film beralur lambat, membingungkan, serta memaksa anda untuk berfikir keras selama menonton, sebaiknya lewatkan saja film ini. Karena saya jamin anda pasti bosan dan akan keluar bioskop sebelum film usai. Tapi kalau anda tanya bagaimana dengan saya? Ya, saya menikmati film ini. Saya ikut penasaran dengan alur dan misteri yang ada didalamnya, tidak merasa bosan sama sekali. Film ini memang sulit dicerna bagi semua orang, tidak semuanya dapat menikmati tipe film seperti ini. Tapi kalau anda memperhatikan filmnya dari awal dan sudah mengetahui kalau film ini memang mengusung psychological thiller, anda pasti akan puas.

Lewat film ini Martin Scorsese semakin menunjukkan jati dirinya sebagai sutradara kawakan, begitu juga Leonardo DiCaprio yang sudah tidak perlu diragukan lagi kualitas aktingnya. Mark Ruffalo tampil lumayan baik, tidak istimewa, tapi tetap bisa mengimbangi lawan mainnya. Aktor veteran, Ben Kingsley juga demikian. Michelle Williams hanya tampil sebentar dan aktingnya biasa saja. Shutter Island adalah film yang harus ditonton dengan hati-hati dari awal, perhatikan semua detail yang ada. Pada akhirnya, anda dan sang aktor dalam film ini akan dibiarkan menebak-nebak dan mencari jawaban sendiri. Bahkan saya rasanya ingin menonton sekali lagi agar semakin mengerti. Biasanya dalam film model twisting seperti ini, puzzle yang tidak terpecahkan pada saat awal menonton akan mudah terpecahkan pada kali kedua. Kalau sudah nonton, comment yaa..





+ komentar + 52 komentar

March 4, 2010 at 3:20 AM

Pertamax gan!! bener juga ya, nonton kedua kali pasti beda rasanya... tapi it's kinda a dark movie... bikin suram perasaan setelah nonton... haha...

Terimakasih Yofie Setiawan atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
March 4, 2010 at 3:30 AM

@ Yofie : bukan bikin suram sebenernya, tp bikin jadi gila sendiri.. Bikin migrain juga jadinya.. Hahaha..

March 4, 2010 at 3:50 AM

Bikin berkaca.. ini gw gila juga kali ya sebetulnya? haha... fooling audience type of movie...

Terimakasih Yofie Setiawan atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
March 4, 2010 at 8:17 AM

gue sukaa film ini gab. gue udah tau sih endingnya akan ke arah mana, tapi tetep aja ada twist2 kecil yang gak terpikirkan oleh gue.
Hmm, gak boleh bahas endingnya yah disini? tapi kalimat terakhir Leonardo Dicaprio itu sudah cukup menjelaskan kok problematika orang gila pada umumnya hwahahaha.

dan mungkin juga, karena dulu kuliah gue psikologi *pamer mode on*;p sedikit banyak membantu gue untuk memahami cerita, dan membuat gue cengir2 tertawa2 saat satu demi satu "kebenaran" diungkap (adegan di mercu suar).

Leonardo aktingnya semakin bagus film demi film. hopefully akan terus kayak gini. :)

Terimakasih iin atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
March 4, 2010 at 11:26 AM

@ iin : boleh2 aja koq kalau mau spoiler, khan di bagian komentar.. hihi.. eh btw, kynya gue pengen membahas film ini lebih lanjut deh di fb, tar yaa di-wall hihihi.. klo di twitter ga enak cm bs 140 kata.. :p

iya setuju Leo makin kesini makin bagus aktingnya.. :)

March 5, 2010 at 7:29 AM

Mau nonton...hehe.martin scorsese emang selalu lihai ya kayaknya soal segala sesuatu yang berbau psikologis.hehd

Terimakasih Satrio Nindyo Istiko atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
March 5, 2010 at 7:30 PM

bagus tapi masih bingung endingnya haha

Terimakasih arnold martono atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
March 10, 2010 at 8:57 AM

Waaah.. gileeh.. Nih film kayaknya untuk orang gila yaaah,..! hahaha.. Yang gak gila pun harus dibikin gila! ckck

Terimakasih DharmaY atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Dicky
March 11, 2010 at 10:22 PM

jadi sebenernya si leonardo gila yah..?

Terimakasih Dicky atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
March 17, 2010 at 1:28 AM

thanks...jadi migrain nontonya heuheuheu,,,

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
April 4, 2010 at 3:37 PM

MAs leo sama Om MArtin kayaknya dah klop banged! Belum nonton nh? Nih genrenya kayak Donnie Darko gitu?

Terimakasih Afif atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
April 5, 2010 at 11:38 AM

kira kira anak umur 10 taun boleh nonton ga ya? thanks

Terimakasih brown-haired kid atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
April 6, 2010 at 12:02 AM

@ afif: iya mirip2 donnie darko gitu..

@ brown: sepertinya anak umur 10 tahun jangan nonton film ini, karena dia juga ga akan ngerti dgn ceritanya, ditambah lg keadaan di rumah sakit jiwa yang lumayan mengerikan.. :)

April 7, 2010 at 5:28 PM

wow thanks! masuk film horor ga sih nih?

Terimakasih kid atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
April 7, 2010 at 11:19 PM

@ kid: sebetulnya lebih ke psychological thriller sih, tp memang suasana dalam filmnya horror banget.. :)

April 17, 2010 at 12:32 AM

shutter island.. apakah saya berhalusinasi? apakah ini nyata? susah sekali dibedakan.. trauma sepanjang hidup... film yang mungkin 10-20 tahun lagi bisa dibuat sutradara indonesia dengan kualitas yang sama.

Terimakasih patria atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
April 26, 2010 at 5:44 PM

...menonton 2 kali, tidak berlaku buat saya ni....baru sekali juga langsung ngerti..hehehe

dari kompleksitas cerita, Shutter Island sebenernya jauh sama Identity (john cussack). sayang, gak sempat aja nulis review tentang yg satu itu.

hanya, sisi moral di Identity gak bagus buat tontotan anak-anak, karna si Pembunuh masih berkeliaran --dan terus membunuh-- di akhir sinema. beda dengan Shutter Island yg di akhir cerita si Tokoh ngedapetin lagi ingatannya. :)

Terimakasih seindy atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
April 26, 2010 at 6:46 PM

Bersama Rumah Dara, film ini sudah pesan tempat untuk film overrated di tahun 2010 versiku. Ceritanya biasa. Bagusan Identity. Secara visual kita mungkin terhibur dengan kayanya angle yang disajikan Scorsese, tapi resikonya, bloopers bertebaran dimana-mana.

Tapi sangat berterima kasih dengan film ini karena, karena jadi sangat menghargai Pintu Terlarang yang lebih rapi dari segi editing. IMO lho :)

Terimakasih GILASINEMA atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anthony
May 2, 2010 at 10:28 PM

jujur aja..
setelah gw nonton ni film bareng temen" gw (ada 9 orang)..
kita langsung diskusi di cafe selama hampir 2 jam buat nemuin siapa sih yang gila sebenernya =='
akhirnya, kita putusin kalo yang gila tu yg bikin film.. soalnya bisa bikin cerita yang kompleks banget 0.o
5 thumbz upp >.<

tpi, sumpah ni film suram-sesuram-suramnya..
tapi keren-sekeren-kerennya..

Terimakasih Anthony atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
May 3, 2010 at 10:13 AM

blum ntn pelem ini. tp dah ntn identity. terserah klo ada yg blg bagusan shutter island ato identity. tp kesimpulannya pelem nya sejenis.

ga semua org pernah ntn identity ato donnie darko, mgkn generasinya berbeda. skrg itu generasinya shutter island

Terimakasih kreshnahary atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
June 27, 2010 at 6:19 PM

Barusan nonton. Punya pengharapan tinggi awalnya karena banyak direkomendasi temen, akibatnya ketika nonton malah jadi agak kecewa karena twist dah terasa dari awal. Sayang banget, kenikmatan Shutter Island jadi berasa cuman kopian dari Sixth Sense, The Machinist, dan Fight Club.

Terimakasih Lex dePraxis atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
July 29, 2010 at 12:30 PM

the best movie..
walaupun agak membosan kan di 1 jam pertama..tapi terpuaskan dengan ending yang gak ketebak.salute.

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Tigoe
August 15, 2011 at 12:48 AM

Wah, mbak reviewer boleh juga nih... bs nyimpulin bahwa Scorsese telah berhasil mengadaptasi ntu novel dengan baik, tanpa membaca novelnya terlebih dahulu. hehehe.

Anyway, ni film emg lumayan gila. lumayan, karena emg gak gila2 amat. wong ngebahas orang gila kok. ya, that's how it works. (delusional).

[mengandung Spoiler]

sesuai dengan tagline nya : Someone is missing. film ini memang merupakan pencarian/ usaha rekonstruksi "jati diri" Mr. Leo yang hilang. sebagai dampak kegetiran yang gak bisa ditanggung ama pikirannya lagi kali ya... jadinya, pikirannya bikin kepribadian yg lain buat ngatasi rasa sakitnya. gitu kali yah, kesimpulannya.

kalimat terakhir dari Mr. Leo (Teddy/ Andrew/ Andrew who pretends as Teddy pada saat terakhir film), bisa dijadiin bahan perenungan jg tuh. hehe.

"Which would be worse ? to live as a monster, or to die as a good man?"

btw, nice review mbak Gabby !!

-Tigoe-

Terimakasih Tigoe atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
December 9, 2011 at 4:25 AM

untuk kesekian kali gw nonton film gila ini, tapi masih penasaran dgn ending filmnya.
1. apakah leo sudah sembuh?
2. dia dibawa kemana?
3. jgn2 asistennya yg jadi gila.
4. mau apa sih ini film?

Terimakasih immank atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
January 30, 2012 at 1:33 PM

bagus lagi kalo dibuat sekuel kedua biar tambah seru ceritanya

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
September 28, 2012 at 6:30 PM

Menurutku, garis besar ceritanya adalah, bahwa cerita pada timeline dari awal kedatangan tedy dan chuck ke rumah pulau - sampai ketika berhasil masuk ke mercusuar: itu adalah halusainasi tedy belaka. Halusinasi ini muncul karena dia sakit jiwa. Nah pertanyaannya kenapa dia sakit jiwa? Yaitu karena dia tidak bisa menerima kenyataan kalau dia sebenarnya telah membunuh istri yang telah membunuh ketiga anaknya.

Jadi semua cerita tentang operasi untuk penderita penyakit jiwa supaya dia patuh -> itu adalah hayalan dia belaka ketika sedang main detektif-detektifan.
Begitu juga ceria bahwa dia ketemu perempuan di gua.
Begitu juga cerita bahwa dia adalah US marshal yg punya rekan chuck.

Setelah itu semua terkuak dia khir film bahwa sebenarnya teddy adalah pengidap penyakit jiwa (dari sudut pandang orang waras). Tapi dari sudut pandang teddy sendiri dia tidak sakit jiwa (karena begitulah orang sakit jiwa, dia tidak akan terima kalau dia sebenarnya gila). Tapi orang2 disekitarnya nya lah yg berusaha menganggapnya gila dengan menyodorkan banyak fakta.

Setelah nonton ni film, jadi ingat cerita istri, yg dulu pernah KO-AS di rumah sakit jiwa. Yang rule nya mirip di film ini, yaitu:
1. Orang gila tidak akan terima jika dikatakan gila. Ini sebabnya si teddy tidak mau dikatakan gila.
2. Karena point 1 diataas, maka semua perawat, dokter, akan memperlakukan orang gila tersebut seperti orang waras, yaitu dengan mengikkuti apa yg dia perankan. Ini sebabnya semua pihak rumah sakit selalu melayani jika teddy ingin main detektif-detektifa dan teori konsprasi-konspirasian. Karena kalau tidak, maka pasien jiwa akan sulit dikontrol.

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
January 11, 2013 at 10:40 AM

baru nonton filmnya setelah 2 tahun.
Jenis film yang sangat saya sukai dimana kita daiajak menebak siapa penjahatnya. yang tak lain adalah tokoh utamanya !!
adegan terakhir yang buat saya bingung.
akhirnya leo tetap agresive dan dya di haruskan menjalani operasi otak.
benar2 diharuskan menonton filmnya yang ke 2 kali nich sepertinya !!

Terimakasih maryanto aritonang atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
February 22, 2013 at 9:09 AM

Film 2010 baru nonton kemaren donk :D masih aga binguuuunggg sama endingnya, trus perasaan setelah nonton hidup kita tuh skrang nyata apa halusinansi, hehe

Terimakasih Dimas Fiancheto atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
March 9, 2013 at 12:29 PM

belum pernah nonton filmnya sama sekali. kenapa mendadak penasaran cari review film ini karna saya baru saja bermain gamenya Shutter Island.

gamenya dibuat sound effect yg bikin merinding. saya pikir dgn main gamenya saya bisa tahu bagaimana endingnya tanpa harus menonton.

nyatanya saya memang harus menonton filmnya karna ending gamenya bikin saya gila sendiri. hahahaha...

jd makin tambah penasaran dgn ngeliat beberapa review yg berbeda2.

Terimakasih fransisca nerissa atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
April 22, 2013 at 11:56 PM

Film ini udh lama pengen nnontonnya..." abis download 5 bln yg lalu, baru sempet nonton malam ini...

waktu selesai nonton "kesimpulan mnurut sy sih, si Leo masih gila, jd terpksa dibawa utk di operasi otak, karena nggk sembuh2 juga dan termasuk pasien berbahaya"

tapi setelah membaca beberapa coment temen2 sy jadi ragu.. dengan ending ceritanya... .

hadeeh..... piye iki,,,,

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
April 28, 2013 at 8:37 PM

Saya baru nonton hari ini.. setelah mengcopy dari teman.. tdk ada bayangan sebelumnya jenis film apa ini, awalnya cuma sy percepat2, pas tau bahwa pemerannya Leonardo di Caprio, sy langsung tertarik..


ceritanya asli bikin bingung... tapi mantaaaap

Terimakasih Taufan24 atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
May 24, 2013 at 2:51 AM

awalnya memang ngebingungin karna beberapa fakta belum terjelaskan , tapi ditengah dibuat bingung dengan sebuah kebenaran dll nya . tetapi jadi makin ngerti setelah beberapa penjelasan dan kata kata dari dr cawling sama chuck temen nya . jadi kesimpulannya , ted orang gila dan diakhir cerita dia tetep gila namun sebelumnya dia udah bisa nginget semua kesalahan dia (bunuh istri karna istrinya bunuh anaknya )
dan bagi tmen tmen yg masih bingung ted ketemu rachel di tebing itu adalah delusi si ted , delusi adalah suatu keyakinan
yang dipegang secara kuat namun
tidak akurat, yang terus ada
walaupun bukti menunjukkan hal
tersebut tidak memiliki dasar
dalam realitas. (wikipedia).
over all film ini keren banget dan sayang kalo gak ditonton :)

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Rusty
June 10, 2013 at 2:15 AM

yang bikin Twist adalah perkataan si pemeran utama itu sendiri di akhir cerita
"Kita akan keluar dari pulau ini, dan menuju kedaratan utama (kota Boston)"
kemudian ia bertanya pada rekanya..
"tempat ini telah membuatku terkagum-kagum, Mana yang lebih buruk?? hidup sebagai monster atau mati sebagai orang baik??"

kemudian si partner tertegun diam.. dan kemudian berkata ...
"Teddy.."

Nah loh..??yang sebelumnya memberi tahu kalau Teddy adalah sebenarnya Andrew siapa coba..?

menurut ente mana yg bener Teddy atau Dr.C??

Terimakasih Rusty atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
June 11, 2013 at 7:57 PM

@Rusty: si partner manggil dgan nama tedy karna dia kaget kalo c andrew ternyata pnyakitnya kambuh lg makanya c partner manggil dia tedy dia ngcek apakah pnyakit dia kmbuh lg. seperti yg sudah dkter bilg bhwa hanya 1 yg dktr takuti ketika andrew sadar dia slalu kmbali lg pda pnyakitnya dan itu sudah berulang2.

Terimakasih yoka jatnika atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
June 11, 2013 at 8:14 PM

dari awal film jg udah ada klu bhwa partnernya c andrew itu memang salah satu tim dari pihak rumah sakit, klu itu bisa kita liat saat andrew dan partnernya di mintai nyerahin snjatanya, andrew terlihat sudah terbiasa melepas snjatanya dari saku senjatanya krn memang dia mantan militer tp partnernya nampak kesusahan saat dia melapas snjatanya, itu menandakan bhwa dia bkanlah tim penyelidik melainkan salah satu dktr dari RS itu

Terimakasih yoka jatnika atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 29, 2013 at 11:25 PM

Hampir mirip ama inception gaa seeh? Heheee

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
August 30, 2013 at 1:01 AM

Butuh sekali lagi nonton... nga ngerti aku...ane engineer filmx psikolog... jauh gellllla. Tpi salut keren....

Terimakasih Agus Nawawi atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
August 30, 2013 at 1:02 AM

Butuh sekali lagi nonton... nga ngerti aku...ane engineer filmx psikolog... jauh gellllla. Tpi salut keren....

Terimakasih Agus Nawawi atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 30, 2013 at 1:04 AM

HOI baru selesai nonton di trans tv,.....

Keren sumpah, bikin deg2an,...
nonton pas pertengahan sih, jadi pengen nonton lagi,....

Masih penasaran sama endingnya, mau ngapain mereka ke mercusuar ?

kok istrinya membunuh anaknya sendiri ?

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 30, 2013 at 1:21 AM

alhamdulillah ya,akhirnya paham jg jalan cerita film ini,yippieee.makasih riviewnya ya.jg komen teman2...

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 30, 2013 at 1:35 AM

Ending film'a ada 2. Terserah kita lbh suka mana.
1. Si Tedy beneran korban cuci otak
2. Si Tedy emang beneran pasien gila
Masing2 ending punya argumen yg kuat kok. Saya mls urai, kepanjangan. Hhe. Inti'a, penulis skenario'a jempolan bs bikin cerita yg twist sampe ending2'a!

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 30, 2013 at 2:12 AM

I like conspiracy and psychology .
Haha, sepertinya tadi film keduanya Shutter Island diBioskop TransTV .

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 30, 2013 at 9:39 AM

ane lbih setuju kalau endingnya ada 2..
dibandingkan endingnya kalao si tedy gila or emang ada kejahatan cuci otak..

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 30, 2013 at 10:44 AM

Baru ntn smlm di trans :D

Kek nya si Tedy gag sembuh soale dia msh anggap si chuck itu partnernya

Mk'a si chuck lsg geleng2 pas si tedy blg "qt hrz keluar dri pulau ini"

Itu ky kode ke dokter c, klo si tedy emg blm sembuh...

Hahahahahahaha... Tp sumpah smp skrg jg msih tebak2

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 30, 2013 at 3:35 PM

bener tuh, kayak'a ending'a emang sengaja dibuat ambigu biar kita bisa pilih sendiri gan.

Ane baca di salah 1 forum, disitu dipaparin alasan2 logis yg kuat utk masing2 pilihan ending :D
tp ane agak kecewa sama bagian yg pas teddy naek mobil lewat hutan bareng sipir. Keliatan bgt crop-an. Berasa abal jadi'a bagian itu =.=

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 30, 2013 at 5:05 PM

Menurut ku, teddy itu gila, di bagian akhir cerita dia tu sdh sembuh tp pura2 gila krn dia dasarnya emang pinter. Terbukti dg kata2: lebih baik mn hidup sbg monster atw mati sbg org baik? Berarti dia lbh memilih mjd "teddy" drpd Andrew. Trus dia di bawa sm petugas mungkin mw dikasi pengobatan atw semacamnya... :p

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
Anonymous
August 30, 2013 at 7:12 PM

Dari sekian komemnt kok gak sesuai dengan pikiranku

Sebetulnya rumasakit jiwa melalukan percobaan untuk memebuat tentara yg nurut dan patuh tanpa merasa sakit atau takut.
Dan teddy adalah tikus percobaan dari obat halusinansi, dia mau datang di undang untuk menyelidiki kasus hilangnya marcel dalam proses penyelidikan dia beri rokok obat migrain agar obat halusinani bs masuk ke pikiranya sampai pada mercusuar fakta fakta baru di ciptakan dokter agar si tedyy meyakini yang di sini si teddy mulai di cuci otak untuk menyakini karena sudah terpengaruh oleh obat halusinani dan pada akhirnya si teddy kalah dngn fakta2 tersebut tapi antara sadardan gila si teddy berkata lebh baik mati sebagai orang baik daripada hidup sebagai mosnter... dan ku yakin ada kelanjutan dari film ini

Terimakasih Anonymous atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
August 31, 2013 at 4:28 PM

ahhh.
sebenarnya bagai mana sih.
si teddy daniels itu di jebak sehingga dia menjadi gila atau dia itu sedang mengalami halusinasi dari pertama film di putar?

Terimakasih Anugerah Anoe atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
December 22, 2013 at 10:34 PM

filmnya kok jadi punya 2 ending gini ya??

1.) sebenarnya teddy sengaja di jebak oleh orang2 rumah sakit jiwa, chuck adalah komplotan mereka, terbukti dengan rokok tedy yg hilang kemudian chuck memberikan rokok ke teddy. nah di pulau itu teddy diberikan makanan2 obat, rokok yg telah mengandung zat yg bikin halusinasi kayak yg dikatan perempuan di goa. dan di akhir cerita teddy yg sebenarnya waras terpaksa berpura2 GILA seperti yg diharapkan dokter, dia mengakui klo dia andrew karena dia sadar tidak akan bisa kabur dari pulau tersebut.

2.) teddy sebenarnya adalah pasien rumah sakit jiwa yg coba disembuhkan oleh pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit sebenarnya sudah berulangkali bisa menyembuhkan teddy, tetapi itu hanya bertahan sesaat saja. Hingga pada akhirnya, teddy coba untuk disembuhkan kembali dan jika kambuh lagi, dokter terpaksa melakukan pembedahan otak kepada teddy.
Hal itu dibuktikan dengan ekspresi chuck ketika mengajukan pertanyaan yg sifatnya mengees kesadaran teddy, ternyata pikiran teddy yang sebelumyna telah menjadi andrew (waras) kembali lagi menjada seorang teddy (US Marshall) dan si chuck memberikan isyarat klo teddy kambuh lagi kepada para dokter...


mana yg betul :3

Terimakasih Rezky Nabil atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
January 21, 2014 at 12:43 AM

Kyknya sih yg bener, si teddy emang gila. Karna kalo ga untuk apa juga pihak rumah sakit melakukan eksperimen ke teddy dan utk apa pihak rumah sakit nahan dia dpulau itu..jd smua emang halusinasi teddy aja

Terimakasih Nesh atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
January 21, 2014 at 12:47 AM

Namanya jg film hollywood, org sana mah pinter2 bgt buat film. Yg mau d buat gila ya penonton hihihiii..

Terimakasih Nesh atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND
nophiit
February 17, 2014 at 7:39 PM

mnurut ku sih ini film si teddy nya itu ngga gila.. yg dia alami itu bkn halusinasi.. istrinya mati krna kebakaran.. halusinasinya ttg istrinya membunuh anaknya itu smua sdh di rencanakan oleh shuttet island. krna si teddy ini mngetahui rencana jahat shutter island dgn percobaan manusia.. halusinasinya itu timbul krna roko yg dkasih.. smua penjelasan dr si rachel yg di goa itu benar.. itu bkn halusinasi.. endingnya si teddy ini mengikuti permainan dr shutter island.. krna dia tau tdk akan prnah bs kluar dr situ.. dan dia bilang ke si chuck "lebih baik hidup sebagai monster atw mati sebagai orang baik",.. dan stelah itu si chuck tdk manggil dgn sebuttan andrew.. melainkan teddy.. krna si chuck tau klo si teddy ini tdk trpengaruh oleh halusinasi buattan mreka.. tp dia mengikuti permainan mreka.. ! lebih jelasnya lg.. silahkan nnton ulang :D

Terimakasih nophiit atas Komentarnya di REVIEW: SHUTTER ISLAND

Post a Comment

Popular Posts